Baca juga yaa.. (Chat Time with Dyah | Ngobrol Bareng)
Holaa..
Setelah postingan minggu kemarin kembali mendapat respon yang luar biasa bagus. Dan ada yang berminat untuk menjadi bintang tamu selanjutnya, Alhamdulillah. Kali ini, My Scrap Book kembali
memposting rubrik baru yaitu Ngobrol Bareng. Dan untuk kali ketiga ini,
yang mendapatkan kesempatan bertamu di rumah My Scrap Book adalah Sulis atau lebih dikenal dengan sebutan Peri Hutan. Bukan Sulis penyanyi itu yaaa..
Oke,
ada yang sudah mengenal Sulis? Belum? Waa.. kalau begitu, buat yang
belum kenal, semoga dengan ngobrol bareng ini bisa sedikit mengenal Sulis yaa.
Oke, simak yuk acara Ngobrol Bareng Sulis.
Hallo, mbak Sulis, apa kabarnya? Waaahhh, lagi sibuk apa nih sekarang,
mbak?
Hai halo, alhamdulillah baik, baru sembuh dari alergi entah kena
apa, perasaan nggak punya alergi, kalau aku telusuri kayaknya gara-gara
pakai lulur yang kadaluwarsa, hahaha, nggak penting banget nih XD. Kesibukan sekarang biasa aja, selain kerja, kalau ada waktu luang di rumah dipakai untuk ngeblog atau cari jodoh :)
Ehm, mbak Sulis, maaf yaa, ganggu waktunya sebentar.
Boleh nanya-nanya kan, mbak? Ehm, mbak Sulis, kalau boleh tau nih,
profesi mbak Sulis saat ini apa yaa? Boleh diceritakan sedikit, mbak,
mengenai profesi mbak Sulis saat ini?
Boleh banget :)
Sekarang profesiku sebagai juru rawat,
juru suntik atau terkenalnya sebagai perawat. Iya, yang suka ngerawat
orang sakit itu, yang suka membantu orang-orang tersakiti, yang suka
pakai baju seksi di sinetron, yang suka kena omel sana sini baik pasien,
keluarga pasien, dokter atau rekan sejawat di rumah sakit, hahahaha.
Bicara
tentang profesi agak berat nih, aku selalu nyaranin orang untuk jangan
pernah ambil profesi perawat kalau nggak kuat secara fisik maupun
psikis, ya karena nggak mudah, kalau perlu jadi dokter aja sekalian
*perawat murtad* XD. Tekanan batinnya banyak, selain harus mikir untuk
melaksanakan terapi dari dokter, butuh tenaga ekstra untuk melakukan
tindakan keperawatan ini itu, belum kitanya harus pintar 'bicara',
kadang kita yang sering ditanya pasien atau keluarga pasien tentang
penyakitnya, walau itu tugas dokter, perawat yang sering bersinggungan
dengan pasien, perawat yang paling dekat dengan pasien, kita harus bisa
menjawab secara garis besar. Yang paling sulit itu berkomunikasi dengan
orang-orang yang sudah tidak ada semangat untuk hidup lagi. Bagi aku,
tantangannya ada di situ, karena yang kami hadapi bukan benda, tapi
manusia.
Kalau boleh tau nih, mbak, kan selain mbak berprofesi sebagai perawat,
mbak juga berprofesi sebagai blogger buku. Gimana sih cara bagi waktunya
antara kesibukan mbak dengan menulis blog?
Aku biasanya bekerja sesuai shift; pagi, siang dan malam. Shift pagi dan
siang waktunya tujuh jam, sedangkan shift malam ada sepuluh jam kerja.
Selama seminggu dapat libur satu hari, liburnya di hari yang nggak
tentu. Aku jarang sekali, hampir tidak pernah bisa baca atau ngeblog di
tempat kerja, karena aku nggak bisa. Selain pekerjaan yang menguras
tenaga dan pikiran, aku nggak nyaman melakukan hobi atau kegiatan
favorit di tempat umum, aku butuh tempat yang benar-benar bebas dari
ganguan orang lain. Jadi, cara bagi waktunya aku baca atau ngeblog
setelah kerja. Baca sebelum berangkat tidur, ngeblog kalau ada waktu
luang di rumah atau pas libur.
Apa yang
melatar belakangi mbak Sulis kemudian membuat blog khusus untuk buku?
Kalau boleh tau, dalam sehari, seminggu, sebulan, bisa posting berapa
banyak, mbak? Ada tantangan/kesulitan nggak, mbak, setiap kal mau
memposting tulisan di blog?
Latar belakang aku ngeblog karena aku suka baca, dulu
pertama kali bikin blog terinspirasi dari penulis favorit, Sitta Karina,
di mana dia menuliskan apa yang menjadi passionnya di blog tersebut.
Aku juga ingin seperti itu, ingin punya wadah untuk menampung apa pun
yang aku suka. Dulu blognya isinya campur aduk, tentang hal-hal yang aku
suka, tentang belajar menulis di writingsession. Kemudian bertemu
dengan teman-teman yang hobi baca dan menulis resensi buku, merasa
tertular, beberapa diantaranya mengajak aku untuk bikin blog buku.
Awalnya menolak karena tujuan utama aku membuat blog untuk menuliskan
apa pun yang aku suka, tapi lama kelamaan isi blog ku seputar buku
semua, jadinya aku bikin blog buku sekalian. Aku namakan Kubikel
Romance, sebuah tempat yang berisi segala sesuatu yang aku cintai :)
Dalam
sebulan rata-rata aku bisa posting belasan sampai dua puluhan. Aku
punya jadwal tetap dalam ngeblog, walau kadang-kadang dilanggar juga
sih, hahaha. Biasanya aku akan posting setiap senin sampai jumat pukul
17.30 WIB, tiap harinya akan ada tema berbeda. Misalkan saja; senin
romantis, selasa acak, rabu fantasi, kamis bebas, jumat nonton. Untuk
sekarang ini memang belum maksimal, tapi kedepannya ingin lebih disiplin
lagi.
Kesulitannya sendiri masalah waktu, aku nggak
bisa multitasking kayak orang kebanyakan yang bisa baca di tempat umum
atau kendaraan, aku hanya bisa baca di tempat tidur. Ngeblognya pun
kalau ada waktu luang atau pas libur aja, bahkan dulu aku sampai pernah
minta cuti agar bisa ngeblog saking sibuknya pekerjaan. Tantangan
lainnya adalah menaklukkan mood, kalau udah nggak mood, dipaksa pun
nggak akan bisa, jadi aku memilih kesibukan yang lain, menunggu mood
baca atau nulis datang lagi. Terakhir adalah mati lampu, iya, salahkan
saja PLN, wakakaka. Ini benar-benar bikin mood buyar deh.
Bagaimana pandangan orang-orang di sekitar mbak Sulis,
di lingkungan pekerjaan mbak Sulis dengan profesi mbak sebagai blogger?
Apakah mereka mendukung atau malah ada yang mencibir? Apa keuntungan mbak saat mbak memilih menjadi blogger?
Percaya atau nggak, nggak ada yang tahu kalau aku ini
menyamar sebagai blogger kalau di rumah, wakakaka. Mungkin karena
tinggal di kota kecil juga, banyak yang kurang familier dengan blog,
taunya cuma facebook, twitter aja nggak ngerti loh --" Tapi kalau aku
suka baca hampir semuanya tahu, katanya dari tampangku aja kelihatan,
hahahaha *tampang culun*. Kalau mencibir nggak ada sih ya, paling omelan
dari Bapak agar aku berhenti beli buku, emang bisa? LOL.
Keuntungan
menjadi blogger banyak sih ya, tapi sejak awal aku nulis di blog nggak
mikir keuntungan, mikirnya memuaskan diri sendiri, memberikan sesuatu
yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Namun, dewasa ini setelah
beberapa kali mendapatkan endors baik dari penerbit, penulis ataupun
pihak yang memberikan bayaran untuk menuliskan artikel tentang mereka,
pemikiranku sedikit matre juga sih, wakakakaka. Kan enak juga nulis
sesuatu yang kita suka eh dapat bayaran, senengnya dobel! Bayarannya
bisa untuk beli buku lagi #eh.
Tapi kembali lagi ke tujuan
awal ngeblog, untuk menyalurkan hobi atau mencari dana tambahan? Intinya
lakukan dengan segenap hati, aku percaya nanti akan membawa keuntungan
yang bayarannya tak terhingga :D
Btw, bayaran
blogger buku itu 'murah' loh, cuma dibayar dengan buku mereka udah
senang bukan kepalang, coba bayangkan bayaran para beauty blogger atau
fashion blogger? Behhhh XD
Apakah keluarga mbak selama ini mendukung dari sisi pekerjaan pokok mbak dan pekerjaan sampingan mbak sebagai blogger?
Seperti yang aku katakan tadi, nggak ada yang tahu kalau aku blogger,
paling sahabat aku dari SMA yang tahu ini karena mereka follow aku di
twitter, bahkan ada yang menyemangati untuk nulis novel segala,
wakakaka, amin deh. Untuk support tentang pekerjaan, banget, pernah dulu
aku hampir nyerah sama profesiku sekarang, terus Bapak pernah
menasehati, apa pun pekerjaan kita emang awalnya sulit, tapi lama
kelamaan juga akan terbiasa, dan sampai sekarang aku terbiasa banget,
khususnya menghadapi orang meninggal dan membungkusnya *tiba-tiba horor*
LOL
Menurut mbak Sulis sendiri, blogger di era sekarang ini penting nggak sih, mbak?
Menurutku penting banget, blogger sekarang ini bisa jadi
wadah untuk berpromosi, apa pun. Bagiku, blogger itu lebih bersahabat,
selalu bisa berkomunikasi langsung dengan pembaca, jadi lebih
interaktif.
Yang terakhir ya, mbak. Ada pesan nggak untuk para
blogger yang memiliki pekerjaan pokok atau untuk para pemula yang masih
baru berkecimpung di dunia perbloggeran?
Pesannya untuk selalu semangat, jalani dengan santai,
kalau merasa lelah, istirahat sebentar, cari kesibukan lainnya yang
membangun mood, kemudian mulai lagi. Nggak perlu minder sama blogger
yang udah terkenal, mereka dulunya juga sama, memulai dari awal, dari
nol. Konsisten dan fokus, kerjakan dengan hati. Seperti Rihanna, dia
salah satu inspirasi terbesar aku dalam ngeblog. Dia setiap tahun
mengeluarkan album, dia konsisten dengan apa yang dia cintai, dan
hasilnya? Dia terkenal, albumnya selalu dinantikan pengemarnya.
Untuk
blogger yang memiliki pekerjaan pokok, tentukan dulu mana yang
prioritas, jangan sampai hal utama malah keteteran ketika ditinggal
ngeblog. Aku selalu percaya bahwa segala sesuatu memiliki porsinya
masing-masing, ada yang membutuhkan perhatian lebih, ada yang masih bisa
mengantri, jadi pemilihan waktu emang penting banget, harus
pintar-pintar bagi waktu.
***
Gimana hasil My Scrap Book ngobrol bareng mbak Sulis? Asyik kan?
Seru banget kan? Jadi, tambah bikin nggak sabar buat segera meluncur ke blognya mbak Sulis buat baca review kecenya. My Scrap Book udah lho, kamu?
Makasih
banyak, mbak Sulis, sudah bersedia meluangkan waktunya untuk ngobrol bareng di rumah My Scrap Book. Semoga dengan ini bisa menjadikan
kita makin akrab dan silaturahmi tidak terputus yaa..
Untuk tampilan blog dari mbak Sulis adalah :
Fiuh, asyikkk, kelar sudah ngobrol bareng My Scrap Book bersama dengan mbak Sulis. Don't go anywhere, tetap stay tune yaaa di blog My Scrap Book.
Ngobrol bareng ini menjadi pilihan My Scrap Book untuk ikut meramaikan postingan di blog ini. Dimulai dengan Ngobrol bareng, dan semoga berlanjut lagi ke Guest Post. Semoga dengan adanya postingan
ini bisa menambah pertemanan dan keakraban di antara teman-teman semua.
***
Biasa dipanggil Sulis atau ule, kalau di social media biasa
dikenal dengan Peri Hutan atau si Kutu Bokek. Beshio Naga, berzodiak Sagitarius dan
bergolongan darah AB. Sehari-hari bekerja sebagai full time 'Juru
Rawat'
jadi waktu baca dan ngreviewnya kalau punya waktu luang atau pas libur.
Lebih suka ke toko buku daripada toko baju, suka menebak akhir cerita
dan penyuka happy ending garis keras. Mempunyai obsesi
mengumpulkan berbagai macam kisah cinta. Peri yang tidak mempunyai sayap
ini kadang mengembara sebagai book blogger, goodreaders dan ordo
buntelan. Percaya flat shoes atau wedges bisa membawanya ke kayangan,
sangat lemah terhadap barang vintage dan tas unik.
Mengganggap kebiasan membaca merupakan salah satu hiburan, layaknya orang menonton televisi, bermain game. Membaca bisa menjadi gaya hidup yang sehat. Suka banget dengan genre romance dan fantasy, walau bisa melahap genre lainnya juga. Singkatnya, Peri Hutan adalah penjelajah genre. Kamu bisa melihat kesehariannya di Goodreads | Twitter | Blog.
Mengganggap kebiasan membaca merupakan salah satu hiburan, layaknya orang menonton televisi, bermain game. Membaca bisa menjadi gaya hidup yang sehat. Suka banget dengan genre romance dan fantasy, walau bisa melahap genre lainnya juga. Singkatnya, Peri Hutan adalah penjelajah genre. Kamu bisa melihat kesehariannya di Goodreads | Twitter | Blog.
Wih. Kece ya, udah sibuk jadi perawat masih sempet nulis blog. Bener tuh fisik n psikis harus kuat kl mo jd perawat. Bravo Mb Sulis!
ReplyDeleteSalut yaa, mbak Diba, buat perawat2..
DeleteApalagi perawat hati *hwakkjederrrr*
Perwat yang diperjuangkan setahu ane megenai ijin buka praktek ia? salam kenal mbak
ReplyDeleteMbak sulisss, ayoo ini dijawab.. hehee..
DeleteDulu saya pengen jadi perawat, suka aja liat perawat berseragam. Keren, gitu :D
ReplyDeletekeluargahamsa(dot)com