Image Slider

Showing posts with label Love Story. Show all posts
Showing posts with label Love Story. Show all posts
01 September 2015

[The Story] Are You Happy? (Oneshoot Merajut Asa)

Judul Cerita : Merajut Asa
Penulis Cerita Asli : Friska Adelia
Judul Merajut Asa Challenge : Happiness, Aishiteru
Penulis Merajut Asa Challenge : princessashr

Asumsi orang terhadap suatu permasalahan terkadang berbeda-beda, tergantung dari sudut mana mereka melihat. Seperti yang dialami oleh Yuri yang menganggap bahwa apa yang dilakukan Asa, suaminya, salah. Walaupun sudah dijelaskan seperti apa pun itu, Yuri tetap menganggap salah. Tak pernah dia membayangkan jika Asa akan melakukan hal seperti itu. Apa kurang Yuri selama ini, apakah memang menurut Asa belum cukup, hingga berbuat hal itu.

"Yuri, sayang.. Ayolah, keluar, saya mohon, kita bisa bicarakan baik-baik. Saya tak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Ayolah, sayang, saya mohon, keluarlah" Asa memohon dengan sangat kepada belahan hatinya.

"Nggak mau! Om pergi aja dari sini. Yuri nggak mau lihat Om. Cukup, Om, apa yang udah Om lakukan ke Yuri. Itu udah sangat menyakiti hati Yuri" Yuri tetap bersikukuh tak ingin bertemu dengan Asa. Terlalu sakit dan kecewa akan sikap Asa.

[The Story] Happiness, Aishiteru (oneshoot Merajut Asa)

Judul Cerita : Merajut Asa
Penulis Cerita Asli : Friska Adelia
Judul Merajut Asa Challenge : Happiness, Aishiteru
Penulis Merajut Asa Challenge : princessashr

Terkadang apa yang tampak di mata berbeda dengan yang tak tampak. Begitu juga dengan apa yang dialami oleh lelaki ini. Lelaki pujaan setiap wanita. Dengan kadar ketampanan, kepintaran dan kesuksesan, siapa yang menyangka jika di balik sikap diamnya, dia menghanyutkan. Tak pernah dia sadari jika hatinya sudah terpaut jauh pada seorang gadis sejak dia bertemu pertama kali. Otaknya menolak mengakui jika dia jatuh cinta, tapi hati siapa yang menyangka?

Begitu pun dengan gadis ini. Dia tak seperti lelaki itu yang diam-diam menghanyutkan. Sikapnya mudah tertebak namun sedikit tertutupi dengan sifat pemalunya. Pemalukah dia sebenarnya? Ahh, tidak, dia bukan gadis pemalu namun gadis penakluk hati lelaki itu.

"Yuri, kamu yakin mau menikah sama saya? Nggak malu nanti dikira jalan atau mungkin jadi simpanan om-om" jujur aku geli mengatakannya. Seperti bukan Asa yang selama ini cool. Kenapa aku jadi belingsatan sendiri kayak ayam mau nikah sih. Berasa ikutan alay kayak gini.
04 August 2015

[The Story] Love Destiny (Over The Rain Challenge)



Judul Cerita : Over The Rain
Penulis Cerita Asli : Asri Damayanti Tahir
Judul OTR Challenge : Love Destiny
Penulis OTR Challenge : princessashr

Hai.. hai.. Ketemu lagi dengan aku disini.. Kali ini aku mau nulis cerita yang kemarin iseng aku bikin buat OTR Challenge di situs orange, wattpad. Walaupun nggak menang, tapi, setidaknya aku udah seneng banget, ceritaku nampang dan dibaca orang-orang..

Dan inilah pembuka serta coretan ceritaku..

Check it out..

Hoyaa.. Iseng ahhh, coba ikutan challengenya mba asharliz. Padahal udah punya novelnya lhooo.. Kalau semisal aku menang, boleh diganti sama novel yang baru ngga, mba? *tetep usaha ngerayu*. Semoga ceritanya nggak bikin ilfeel yaa. Bikinnya mendadak dangdut soalnya. Cekidot.. 

21 February 2015

Jet aime, je fais toujours

http://www.9mums.com/asset/cms/art-seks-saat-hamil.jpg


Luka itu masih menganga lebar. Tapi kali ini demi permintaan dari seseorang yang amat berarti dalam hidupku, kutekan luka itu sedalam-dalamnya. Aku tau ini terdengar gila mengiyakan permintaan pulang. Mau bagaimana lagi, aku teramat berutang budi padanya. Kuputuskan untuk pulang sebentar sebelum semuanya menjadi teramat sakit. Tak sanggup rasanya melihat dia bersanding dengan wanita lain. 

"Kamu pulang kan, nak? Daddy sama mommy berharap kamu pulang di hari pernikahan kakakmu" sedikit permintaan dari kedua orang tua angkatku membuatku mengambil keputusan yang aku tau ujungnya hanya akan membuatku bertambah sakit.

"Avi pulang, daddy, mommy" hanya jawaban singkat yang mampu kuberikan pada mereka. Aku terlalu sayang dan hormat kepada mereka. Tanpa mereka mungkin aku tak akan bisa seperti sekarang.

"Hai, cahayaku sayang, kamu kenapa? Mommy sama daddy ngomong apa?"

Aku tertawa kecil mendengar rentetan pertanyaan dari dia, penakluk hatiku yang senantiasa menemani langkahku hingga sekarang. Arya, ya, dia arya, sahabat kecilku yang berubah menjadi penakluk hatiku dan sekarang menjadi calon ayah dari anakku.

"Daddy sama mommy minta aku buat pulang, Yang, pernikahan kak Bima" jujur aku takut untuk pulang. 

"Oke, kita pulang. Udah, kamu tenang aja, ngga akan ada apa-apa. Ada aku, sayang, disamping kamu sekarang. Kamu ngga usah takut yaa. Kamu ngga sendiri. Tunjukkan dan buktikan kalau kamu bahagia sekarang dan selamanya sama aku" jawaban yang senantiasa membuatku tenang dan percaya padanya.

17 February 2015

Felizmente yo fuera tú



Perasaan itu kita yang punya. Kita masih bisa mengendalikannya walaupun itu susah. Tapi cinta? Kita tak bisa memilih dan menahan dengan siapa kita jatuh cinta. Walaupun itu harus melawan keinginan orang yang kita sayang sekalipun. Kalau cupid sudah menembakkan panahnya, kita mau bilang apa? Dan terkadang tanpa kita sadari, seringkali kita jatuh cinta dengan berbagai macam alasan, namun yang perlu disadari, ketika kita jatuh cinta dan ada alasan yang mengikutinya, maka ketika cinta itu pergi, alasan yang kita pakai pun akan ikut pergi.

- Tiara –

--- ooo ---

Tiara POV

Tiga tahun aku pergi meninggalkan kota ini untuk meraih mimpiku dan menata hatiku. Ketika aku yakin hatiku sudah kuat dan tak lagi sama seperti dulu, aku pun memutuskan untuk kembali. Kujejakkan kakiku di kota ini. Masih sama, tak banyak yang berubah mungkin. Entahlah, aku sendiri tak tau apa saja yang berubah dari kota ini. Aku sengaja tak memberi tau siapapun kalau aku pulang. Ingin membuat kejutan untuk mereka. Semoga mereka suka. Sebelum aku kembali pulang ke rumah, ada baiknya aku ke kantor untuk bertemu atau sekedar melihatnya. Tapi, apa yang aku temukan di kantor tak sesuai keinginanku. Aku melihatnya jatuh pingsan tak sadarkan diri di ruangannya. Segera kubawa dia pulang. Tapi, pulang kemana? Apartemen? Ya, aku akan membawanya ke apartemennya.

"Hai, sudah bangun? Makan dulu. Gimana udah enakkan? Masih pusing atau ada yang ngga enak gitu?"

"Ara, is it you? Ini bener-bener kamu? Kamu pulang? Lho kenapa kamu bisa ada disini, kenapa aku bisa ada di apartemenku?"

"Iya, ini aku. Aku pulang. Kamu kemarin kutemuin pingsan di ruanganmu. Maaf, tanpa ijinmu, aku membawamu ke apartemenmu. Kunci kombinasinya masih sama kok dan aku masih ingat".

"Ara, kenapa kamu lakukan ini? Masihkah kamu mengharapkan aku yang jelas-jelas tak ada perasaan apapun sama kamu? Kamu tau jelas, Ra, kepada siapa aku memilih meletakkan hatiku".

Love & Pain Project

Designed by Freepik
Haloha..

Pagi menjelang siang ini, otak udah mulai bundet, ngga tau kenapa. Padahal tanggungan kerjaan masih banyak dan bejibun..bun..bun.. Sumpah, menjelang libur, jadi busy day banget #eh. 

Tapi, masih sempat sekedar curi-curi waktu di tengah-tengah pekerjaan, bikin design. Ambil dari Freepik. Dan diedit dikit-dikit, jadilah seperti gambar di atas. 

Kenapa aku kasih judul Love & Pain? Karena, aku lagi punya proyek buat bikin cerita, oneshoot alias shortstory sebanyak 30 cerita yang deadlinenya dibulan Mei 2015 ini. Kenapa di bulan Mei? Karena bulan tersebut, saya berulang tahun. Kenapa 30 cerita? Bukan, saya belum berumur 30 tahun kok, hampir mendekati kepala 3, tapi belum berubah 3. Happy? Ya, I'm happy. Kok bisa? Bisa dong. Di usia mendekati kepala 3, Alhamdulillah, saya masih single, belum ada calon suami, udah kerja. Terus kenapa bikin cerita sebanyak 30 cerita? Menyalurkan hobi menulis saya yang sudah lama tak pernah diasah. *lanjut curhat*

Love & Pain ini intinya tentang pembuatan cerita (oneshoot, shortstory) dan dibayar dengan (semoga dan berharap) kebahagiaan buat orang yang saya buatin cerita berdasar ide yang mereka berikan. Semoga dengan cerita yang saya buat, mereka jadi punya sedikit kenang-kenangan untuk bisa diberikan kepada pasangan hingga anak-cucu. Dan semoga bikin semangat buat menulis dan memajukan dunia tulis-menulis.

Nah, nanti kalau cerita yang saya buatkan sudah selesai, banner diatas mohon dipasang di blog yang sudah saya buatkan cerita dan ditautkan ke postingan ini. Pesannya, semoga setiap lihat banner Love & Pain, kita semua bisa mengingat dan berbagi kisah hidup entah itu kebahagiaan ataupun kesedihan :')


Saya cuma bisa bikin cerita sebanyak 1-5 halaman (syukur lebih), belum bisa bikin seperti novel yang dijual di toko buku. Saya bukan penulis tapi punya hobbi menulis apa aja, entah itu cerita, puisi ataupun quotes. 

O iya, tujuan project ini sebenarnya buat saya sendiri untuk menambah jam terbang saya dalam mengembangkan bakat saya. Karena jujur saja, saya pingin banget jadi penulis kayak mba Dewi Lestari, mas Christian Simamora, mba Jenny Thalia, mba Ainun Nufus, dll. Berharap sih bisa punya penghasilan juga dari menulis, syukur-syukur penghasilannya lebih dari penghasilan yang saya dapatkan sekarang ini. Walaupun sedikit terlambat tapi ngga ada salahnya kan mencoba, ketimbang ngga sama sekali. *lanjutin curhat*

LET'S SKIP

The Details and The Rules :

1. Bagi yang punya sekelumit ide untuk dibuatin cerita sesuai dengan tema "Love & Pain" dan boleh memilih untuk berakhir dengan HAPPY ENDING atau SAD ENDING, bisa dikirimkan ke asri.r26@gmail.com dengan subject Love & Pain.

2. Setiap saya berhasil selesaiin cerita dari ide tersebut (termasuk yang kemarin saya tulis berdasar ide sendiri), saya post di SINI dan di SINI.

3. Untuk waktu pembuatan ceritanya, tergantung dari mood dan penyusunan kata-kata yaa. Tapi akan diusahakan selesai dalam waktu 1-2 minggu (syukur-syukur kurang atau malah bisa lebih).

4. Mohon sertakan akun FB (bagi yang punya FB), akun Wattpad (bagi yang punya akun Wattpad dan menjadi silent reader, bukan yang suka nulis yaa). 

C'mon let's share the story.
28 January 2015

Kamu Milikku Selamanya




Seharusnya bukan namanya yang tercetak di undangan bertinta emas itu. Bukan dia yang menjadi pengantin hari ini, tapi aku. Tak taukah dia rasa sakit yang aku rasakan? Aku cinta dia, tapi kenapa dia tak pernah melihatku sedikit pun. Kenapa dia memilih meletakkan hatinya untuknya bukan untukku? Aku tau, aku hanya pengganti untuknya. Pernikahan ini pun seharusnya antara dia dan pilihan hatinya bukan denganku. Wanita itu pergi selamanya dari hidupnya dan dua minggu yang lalu, ia memintaku untuk menggantikan posisi wanitanya saat pernikahannya berlangsung. Tuhan, apa salahku selama ini padanya?

“Gue mau mandi habis itu gue mau tidur. Siapin baju gue. Gue nggak mau tau, begitu gue balik ke kamar ini, semuanya udah siap. O ya, satu lagi, loe tidur di sofa. Gue nggak mau tidur bareng sama loe di tempat tidur. Ngerti?”

“Iya, aku ngerti. Nanti aku siapin keperluan kamu. Terima kasih”.

Tak lama dia pun keluar dari kamar ini, hingga saat ini aku tak berani menyebutnya ‘kamar kami’. Karena memang ini bukan ‘kamar kami’. Aku bahkan tak punya lemari disini. Semua bajuku masih tersimpan rapi di dalam koper. Aku tak punya benda apa pun di kamar ini bahkan di rumah ini sekalipun. Semua miliknya dan wanita yang seharusnya menikah dengannya. Aku hanya pengganti saja, dia pun hanya menganggapku seperti itu. Kalau kalian bertanya, hubungan dalam rumah tangga kami? Aku akan jawab, tak ada hubungan apapun. Sentuhan pun tak ada. Apalagi panggilan sayang, tak pernah ada. Bagaimana dia memanggilku? Namaku yang dia panggil dengan nada tinggi itupun hanya sesekali, selebihnya tak pernah dia menyebut namaku. Hanya kesan dingin di dalam rumah tangga kami. 

22 January 2015

Teman Tapi Sahabat


Di suatu hari di bulan Februari

Aku tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan untuk duduk berdampingan dengan dia, wanita yang kudengar banyak memiliki sisi negatif. Aku tak peduli dengan apa kata orang tentang dia. Buatku, setiap orang memiliki sisi negatif dan positif, tergantung dari cara pandang orang ke orang tersebut. Abaikan untuk hal yang satu itu. Saat ini yang jelas, aku bahagia, bisa dekat dengan dia walaupun hanya untuk hari ini. Lebih baik aku menikmati hari ini yang entah kapan bisa aku dapatkan lagi kesempatan ini.

“Hei, tumben bukan Diaz yang jadi sie dokumentasi. Emang si Diaz lagi kemana?”

“Hei juga, Ar. Iya ne, si Diaz lagi ada acara di kampusnya. So, minta tolong aku buat gantiin sebentar tugas dia.”

“Oohh.. Eh, lihat dong, hasil yang barusan kamu ambil. Boleh?”

“Silahkan.”

Asemmm!! Aku grogi sangat. Ngga nyangka, dia ternyata ramah banget. Kirain dia ngga mau diajak say hello dan diajakin ngobrol. Ternyata oh ternyata.

“Eh, kamu suka baca buku ngga?”

“Ha? Apaan? Baca buku? Iya, aku suka baca buku. Banyak tu buku dirumahku. Kebanyakan sih novel, komik detective conan sama novel series kayak harry potter, eragon, twilight saga, narnia. Ya, lumayanlah, bisa dibaca berulang-ulang. Kenapa? Mau pinjam?”

21 January 2015

Melepasmu adalah Bahagiaku



Hari ini tepat setahun.

Waktu setahun ternyata tak cukup untuk melupakan, mematikan rasa. Sengaja menghilang ternyata tak cukup untuk akhirnya tak bertemu lagi dengannya.


Tuhan memang punya kuasa diatas semua kejadian ini. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia yang mempertemukan, Dia yang memberikan jawaban atas segala doa, Dia pula yang akhirnya mempertemukan kembali. 


Kenangan demi kenangan pelan-pelan muncul kembali. Rasa yang lama sudah mulai pudar, muncul kembali. Pertanda apakah sebenarnya?


20 January 2015

It's always been you

Hamparan pasir di sebuah pantai terlihat sangat mempesona ditambah dengan suara air laut yang sangat tenang. Senja yang dating menggiring mentari yang redup dalam biasnya mengusung warna keemasan yang cantik. Di antara berpuluh-puluh manusia yang memadati segala pandang, tampak dua orang anak kecil sedang asyik bercengkrama. Mereka tampak tak mempedulikan keadaan sekitar, tetap asyik bermain sembari bercanda. Dari kejauhan, orang tua kedua anak tersebut hanya diam memperhatikan. Tak lama kemudian, salah satu dari kedua orang tua anak tersebut memanggil mereka. Membuat mereka dengan seketika menghentikan kegiatan mereka dan segera berlari mendekati kedua orang tuanya.

“Cresentia, Alvaro, kesini, nak. Udah mau maghrib, sebaiknya kita segera pulang. Ayo, sayang.”

“Iya, mi, sebentar. Tia, ayo, cepetan. Jangan kelamaan. Udah biarin aja istananya.”

“Tapi, aku suka sama istananya, Al. Istananya bagus banget.”

“Ya udah, besok kalau udah gede, Al bikini Tia istana yang indah dan bagus deh. Letaknya di deket-deket pantai. Gimana? Tia mau kan nunggu Al gede terus bikini Tia istana seperti yang Tia mau?”

“Beneran, Al? Janji?”

“Iya, Al janji. Dan Al mau Tia nunggu Al. Al mau jadiin Tia ratu di istana yang Al bikin nanti.”

Dan sepasang jari kelingking itupun bertautan menandakan keduanya berjanji untuk menepati janji masing-masing.

“Yuk, jeng, mas, kami pulang duluan. Next time, kita liburan bareng lagi yaa. Mumpung, anak-anak masih kecil, belum banyak alasan buat nolak diajak pergi.”

“Iya, mbakyu, mas. Hati-hati. Bener banget itu, mbakyu. Semoga kita bisa liburan bareng lagi kayak gini. Tia, salim dulu sama mami-papinya Al.”

“Dadah, Tia. Hati-hati ya. Jangan lupa sama janji kita. Tia tunggu Al yaa.”

15 tahun kemudian

“Huft, finally, proyek impian gue waktu kecil terealisasi juga. Semoga dia suka ya. Ngomong-ngomong, dia kayak apa ya sekarang? Udah lama gue ga ketemu sama dia. Terakhir ketemu, dia nangis jerit-jerit waktu gue tinggal ke Belanda. Ini udah hamper setahun gue balik, gue belum ketemu dia satu kalipun. Hmm, tanya mami ah. Siapa tau mami punya info terbaru tentang dia.”
Belum sempat dia keluar dari ruangan tempat dia berada sekarang, yang dicari-cari daritadi datang ke ruangannya, ingin mengajak makan siang bersama.

“Hai, nak. Sibuk, ngga, kamu siang ini? Temenin mami makan siang yuk. Mami laper. Papi kamu sibuk meeting. Mami sebel sama papi.”

“Hai, mi. Kebetulan banget, Al baru mau keluar cariin mami di ruangannya papi. Ada yang mau Al tanyain sama mami soal Tia, mi. Tia kemana sih, mi? Udah hampir setahun, Al balik dari Belanda, Al belum ketemu sama Tia. Al kan kangen, mi. Al mau menuhin janji Al ke Tia dulu waktu kecil. Mami tau ngga, kira-kira Tia dimana?”

I Love You, Kiran


Sakit rasanya melihat orang yang aku sayang menangis karena disakiti. Bukan, bukan aku yang menyakitinya. Tapi, dia, sahabatku, yang entah masih sanggup aku panggil sahabat atau tidak, yang telah menyakitinya. Entah apa yang ada di pikirannya, hingga ia mampu membuatnya sakit seperti ini. Entahlah, aku tak ingin mengorek dan terlalu ikut campur lebih dalam. Biarkan dia menikmati sakit hatinya. Dan kuharap itu tak akan lama.

"Jadi..."

"Apanya yang jadi, huh?"

"Gimana perasaanmu sekarang?"

Dia hanya diam tak menjawab pertanyaanku. Aku hanya bisa menghela nafas dan kembali menyenderkan punggungku pada batang pohon itu. Kiran kemudian melakukan hal yang sama dengan yang kulakukan. Menyenangkan sebenarnya tingkah kami berdua, namun menjadi menyebalkan melihat dia belum bisa menyembuhkan sakit hatinya.

"Kiran, kamu tak bisa bersikap seperti ini terus menerus. Berpikirlah realistis. Berarti dia memang bukan jodohmu. Come on, kembali seperti Kiran yang kukenal dulu. Apa air matamu belum habis untuk menangisi laki-laki seperti dia?"

"Aku ngga apa-apa, Ngga, sungguh. Tak usah kau khawatir berlebihan tentangku", Dia mencoba untuk tersenyum walaupun itu gagal sama sekali. "Aku hanya bersyukur mengetahui keburukannya sebelum terlambat."

Kiran menghela nafasnya kembali seakan-akan ada separuh bebannya terangkat. Aku mencoba tersenyum melihat apa yang terjadi saat ini. Yah, setidaknya Kiran-ku pelan-pelan mulai kembali lagi. Kuraih tangannya untuk sekedar menenangkannya. Jujur, aku takut jika dia menangis lagi. Ingin rasanya aku memeluknya, tapi aku takut dia menjauhiku.

"Kenapa, Ngga?"

"Aku hanya ingin kamu tau, Kiran. Aku tak akan pergi kemana-mana, selalu ada disampingmu. Dan kamu juga tau kemana harus mencariku jika kamu membutuhkanku. I always be with you, beside you, never leave you. Promise."

Hai, kalian semua

Hai kalian..

Kali ini saya mencoba menulis (lagi) oneshoot stories demi menyalurkan segala macam ide yang lagi demen berkeliaran di otak saya. Rencananya sih pingin bikin 30 cerita dengan judul yang berbeda, dan target saya sampai Mei 2015.

Semoga kalian, pembaca setia wattpad yang nemuin cerita saya ini dengan senang hati mau membaca, dan memberikan vote dan commentnya. Karena itu sangat berguna untuk kepenulisan cerita saya selanjutnya.

Kalau ada yang mau request akhir cerita dari oneshoot story ini boleh. Tapi, sesuai sama judulnya yaa. Mau happy end atau berakhir dengan sad ending.

O ya, salah satu cerita disini ada yang merupakan kisah saya pribadi lho. Yang mana? Coba ayo tebak.

Walaupun cerita saya ini rada gaje, abal-abal, alay, dkk, semoga aja ada yang suka.

Happy Reading, dear :)

Hope you'll like it :)
29 December 2014

ReElang





Hai...
Saya kembali lagi dengan cerita yang saya temukan di laptop saya. Cerita jaman-jaman SMP dulu sih. Iseng aja sih. Daripada cuma dibaca sendiri, dan kebetulan ada watty juga, so, aku post disini juga. Sekalian mau tau respon dari kalian kayak gimana sih. Makasih

-- ooo --

Saat mataku terpejam

Yang terlihat hanyalah

Bayangan wajahmu

Saat kututup telingaku

Yang kudengar

Hanyalah suaramu



Sebait puisi yang tertulis di lembar kertas  warna merah jambu membuat Ree menjadi penasaran.

19 December 2014

A Little Dream

 Kisah tentang seorang gadis dengan mimpinya yang ingin diwujudkannya bersama sang kekasih hati. 

Cerita ini aku temuin di lepiku. Cerita yang aku buat saat aku masih kuliah. Dan sekarang aku publish untuk kalian, ga hanya di blog, tapi juga di wattpad.  Semoga kalian suka yaa. Feel free to comment.

--------------------------------------------------------------------------------------------



"Aku ingin dilamar di tepi pantai saat sunset. Terus aku ingin nikah saat matahari terbit. Dan aku mau itu kamu yang ngelakuin permintaanku ini", pinta Reysha pada anak lelaki di sebelahnya, Cheyvan.

Sekelebat ingatan itu menghampiri Cheyvan saat dia sedang termenung di tengah tumpukan pekerjaannya yang menggunung. 

"Dimana dia sekarang? Ingatkah dia akan permintaan kecilnya padaku dulu?" batin Cheyvan.

Tok..tok..
"Permisi, pak, saya mau mengingatkan, sebentar lagi Rapat bersama dengan Dreamy Corporation di lantai 7", Keira mengingatkan atasannya yang tampaknya sedang berpikir serius.

"Oke, sebentar lagi saya turun. Terima kasih yaa, Keira" jawab Cheyvan sembari tersenyum dan bersiap untuk turun ke ruang rapat disusul Keira yang tak berhenti tersenyum dan tertawa kecil.

"Oh, come on, Kei, don't laugh anymore. Stop it, please. Can you do that?" rajuk Cheyvan kepada Keira, sekretarisnya dan sepupunya.

"Kei ga ketawa kok, kak. Perasaan kakak aja. Emang Kei ga boleh gitu ketawa sama senyum? Kak Yvan aneh deh. Kei bilangin kak Alva lho tar" ancam Keira yang diikuti dengan muka masam Cheyvan.

--- 000 ---

14 December 2014

Wattpad


Hai...

Baru kira-kira 2 bulan ini aku suka baca cerita dari Wattpad
Berhubung aku ini suka banget sama yang namanya membaca cerita apa aja
So, aku bener-bener tertolong banget dengan adanya Aplikasi Wattpad
Padahal Wattpad ini udah lama banget lho, aku aja yang baru tahu akhir-akhir ini

So, yang belum punya Aplikasi Wattpad
Download langsung aja
Untuk Android dan IOS ada lho

Hmm..
Author Favorit di Wattpad?
Buanyakkkkk..
Udah aku bikin Reading List di akun Wattpadku
Mau follow aku juga boleh

Custom Post Signature

Custom Post  Signature